Senin, 24 Desember 2018

PPT FUNGSI DAN JENIS PAJAK

makalah komunikasi dalam organisasi


            BAB I
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang
Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling  berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan.
Di antara kedua  belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Kounikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi antar pribadi dan komuniasi kelompok.
B.     Rumusan Masalah
A.    Funsi komunikasi
B.     Proses komunikasi
C.     Komponen komunikasi
D.    Komunikasi yang efektif
E.     Arti penting komunikasi efektif
F.      The roles of manager
G.    Komunikasi dalam organisasi
1.      Formal
2.      Informal
H.    Komunikasi interpersonal
I.       Interpersonal style matrix
J.       Media komunikasi, manager subordinate
K.    Upaya manager untuk berkomunikasi efektif
L.     Masalah komunikasi formal & hambatan komunikasi
M.   Komunikasi informal & hambatan komunikasi
N.    Arah dalam komunikasi
O.    Komunikasi yang persuasif

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Fungsi Komunikasi
Komunikasi adalah pemindahan dan pemahaman arti. Komunikasi melakukan empat fungsi utama didalam kelompok atau organisasi: pengendalian, motivasi, pernyataan emosional, dan informasi.
Komunukasi berperan untuk mengendalikan perilaku anggota dalam berbagai cara. Komunikasi membantu meningkatkan motivasi dengan menjelaskan kepada para pekerja mengenai apa yang harus mereka lakukan, seberapa baik mereka dalam melakukannya, dan bagaimana mereka dapat meningkatkan kinerja mereka. Kelompok kerja merupakan sumber utama dari interaksi social bagi banyak pekerja. Komunikasi didalam kelompok adalah mekanisme dasar para anggota yang memperlihatkan kepuasan dan frustasi. Fungsi terkhir dari komunikasi adalah untuk memfalisitasi pengambilan keputusan.
Hampir setiap interaksi dalam komunikasi yang terjadi dalam kelompok atau organisasi menjalankan satu atau lebih fungsi-fungsi tersebut, dan tidak satupun dari keempatnya yang lebih penting dari pada yang lain.
B.     Proses Komunikasi
Text Box: kebisinganText Box: Umpan balik dikirimkanText Box: Isi kode pesan diuraikanText Box: Pesan diterimaText Box: Saluran Text Box: Pengodean pesanText Box: Pesan yg akan dikirimkanProses Komunikasi(communication procces) adalah tahapan tahapan diantara sumber dengan penerima yang menghasilkan pemindahan dan pemahaman makna. Sebelum dilakukan, komunikasi memerlukan suatu tujuan, suatu pesan yang akan disampaikan antara pengirim dan penerima. Pengirim akan mengodekan pesan(mengubahnya menjadi bentuk simbolis) dan meneruskannya melalui sebuah medium(saluran) kepada penerima, yang akan menguraikan isi kode tersebut. Hasilmya adalah perpindahan makna dari satu orang ke yang lainnya.
Pengirim





C.    Komponen Komunikasi

Proses komunikasi selalu melibatkan beberapa komponen dan tahapan, yaitu source, message, encoding, channel, decoding, receiver, feedback, context, noise, dan effect.

1.      Komunikator /Sumber/Pengirim Pesan (Communicator/Source/Sender)
       Dalam proses komunikasi, yang menjadi sumber komunikasi adalah sender atau pengirim pesan. Komunikator adalah seseorang yang mengirimkan pesan.
2.      Pesan (Message)                                                                    
       Yang dimaksud dengan pesan adalah informasi yang akan kita kirimkan kepada komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Pesan yang kita kirimkan dapat berupa pesan-pesan verbal maupun pesan nonverbal.
3.       Encoding
       Encoding adalah proses mengambil pesan dan mengirim pesan ke dalam sebuah bentuk yang dapat dibagi dengan pihak lain. Informasi yang akan disampaikan harus dapat di-encode atau dipersiapkan dengan baik.
4.      Media atau Saluran Komunikasi (Channel)
       Media atau saluran komunikasi adalah media atau berbagai media yang kita gunakan untuk mengirimkan pesan. Jenis pesan yang kita miliki dapat membantu kita untuk menentukan media atau saluran komunikasi yang akan kita gunakan.
5.      Decoding                           
       Decoding terjadi ketika komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran menerima pesan yang telah dikirimkan.
6.      Komunikate/Penerima pesan (Communicatee/Receiver)
       Komunikasi tidak akan terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika komunikate/penerima pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan pesan, dan memberikan makna terhadap pesan yang diterima.
7.      Umpan Balik (Feedback)
       Apapun media atau saluran komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan, kita dapat menggunakan umpan balik untuk membantu kita menentukan sukses tidaknya komunikasi yang kita lakukan.
8.      Konteks (Context)
       Yang dimaksud dengan konteks dalam proses komunikasi adalah situasi dimana kita melakukan komunikasi.
9.      Gangguan (Noise)
       Dalam proses komunikasi, gangguan atau interferensi dalam proses encode atau decode dapat mengurangi kejelasan komunikasi.
10.  Efek (Effect)
       Yang dimaksud dengan efek dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang ditimbulkan komunikasi yang dapat berupa sikap atau tingkah laku komunikate/penerima pesan.
D.    Komunikasi yang Efektif
Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektifitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan.
Pendengar (penerima pesan) menginterprestasikan dan menagkap berita(ide) yang disampaikan tepat seperti apa yang dimaksud oleh pembicara (pengirim pesan). Sumber kesalahan dalam komunikasi:
v  Orang/individu
v  Timing/waktu
v  Proses Encoding/Decoding
E.     Arti Penting Komunikasi Efektif
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Komunikasi bukan cuma terkait dengan bagaimana cara menggunakan bahasa tapi sangat terkait juga dalam menyampaikan pesan dalam bentuk yang lainnya seperti tatapan mata, gesture tubuh, serta mungkin intonasi.
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi.
Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberi kan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan. tujuan lain dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seinbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik.
HAMBATAN-HAMBATAN PADA KOMUNIKASI EFEKTIF
v  Penyaringan
v  Pe,ilihan persepsi
v  Informasi yang berlebihan
v  Emosi
v  Bahasa
v  Keheningan
v  Kekhawatiran komunikasi
v  Berbohong

F.     The Roles Of Manager
Peran manajar dalam organisasi/perusahaan itu sangat lah penting. Manajar adalah motivator bagi karyawan-karyawan dan salah satu ujung tombak dari keberhasilan suatu organisasi. Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang di mainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Kesepuluh peranan yang di maksud adalah :
1.      Figure Head Role ( peran sebagai kepala )
Adalah peranan untuk mewakili organisasi yang dipimpinnya dalam setiap kesempatan dan persoalan yang timbul secara formal.
2.      Leader Role ( peran pemimpin )
Menjadikan unit organisasinya berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam mencapai tujuan di mana manajer perlu mengarahkan, memotivasi, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk berkerja bagi pengikutnya.
3.      Liaison Role ( peran penghubung )
Yaitu mengharuskan manajer melakukan interaksi dengan teman, staf, dan orang-orang lain yang berada di luar organisasinya untuk mendapatkan informasi.
4.      Monitor Role ( peran pemantau )
peranan yang mengharuskan seseoarang manajer untuk menjadi pencari, penerima dan pengumpul informasi agar supaya mampu mengembangkan pengertian yang baik dari organisasi yang dipimpin.
5.      Disseminator Role ( peran penyebar )
menempatkan manajer sebagai penyebar informasi ke seluruh jajaran organisasi yang menjadi tanggung jawabnya.
6.      Spokesman Role ( peran juru bicara )
peran manajer untuk mewakili organisasi untuk menyampaikan informasi ke luar lingkungan organisasinya.
7.      Entrepreneur Role ( peran wirausaha)
pemrakarsa dan perancang bagi sejumlah perubahan yang terkendali dalam organisasinya.
8.      Disturbance-Handler Role ( peran penghalau gangguan )
peran yang membawa manajer untuk bertanggung jawab ketika organisasinya mengalami krisis yang sering tidak direncanakan sebelumnya.
9.      Resource Allocator Of Role ( peran pembagi sumber daya )
peran manajer sebagai penentu di dalam mengalokasi sebagai sumber daya, seperti keungan/dana untuk kegiatan tertentu dalam organisasi.
10.  Negotiator Role ( peran perunding )
peran yang menempatkan manajer sebagai perunding baik dengan pihak dalam atau pihak luar organisasi sebagai pemecah masalah-masalah yang di hadapi  organisai.
G.    Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi dalam organisasi juga dapat digolongkan menjadi komunikasi formal dan komunikasi informal. Dasar dari penggolongan ini adalah gaya, tatakrama, dan pola aliran informasi dalam perusahaan.
1.      Komunikasi Formal
v  Komunikasi superior-subordinate (atasan-bawahan)
v  Komunikasi subordinate-superior(bawahan-atasan)
v  Komunikasi antara orang orang yang setingkat: interaktif
2.      Komunikasi Informal
H.    Komunikasi Interpersonal
v  Komunikasi lisan: pidato, percakapan 2 orang, diskusi kelopok, obrolan informal
·         Keuntungan : kecepatan dan umpan balik
·         Kerugian : semakin banyak  orang semakin terdistorsi
v  Komunikasi tertulis: memo, surat, email pengiriman fax, penguuman di papan pengumuman, dsb
·         Keuntungan : pengirim maupun penerima memiliki catatan shg
·         Tidak terdistorsi
·         Kerugian : memakan waktu lama dan tidak ada umpan balik
v  Komunikasi Nonverbal: gerakan tubuh, intonasi, tekanan pada kata-kata, ekspresi wajah, jarak fisik, dsb
I.       Interpersonal Styles Matrix
Joseph Luft and Harrington V. Ingham (Johan Window) – Refers to how and individual prefers to relate to others

 

 

 

 
J.      Media Komunikasi Manager Subordinate
1. Oral communication (komunikasi lisan)
2. Written communication (komunikasi tertulis)
3.  Non-verbal communication (kumunikasi non verbal)
K. Upaya Manager untuk Berkomunikasi Efektif
1. Buatlah hal yang rumit menjadi sederhana
2.  Atasi konflik dengan berdiplomasi
3. Mengobrol secara langsung
4. Menghormati perbedaan kebudayaan di kantor
5. Berikan feedback yang baik
6. Berikan kepercayaan pada karyawan
7. Selaraskan perkataan dan perbuatan
8. Presentasikan secara visual
9. Hindari pemgulangan yang tidak perlu
L. Masalah Komunikasi Formal
v  Terlalu banyak jumlah informasi dalam aliran informasi:
·         Overload
·         Distortiom & Omission
v  Lingkungan kerja yang menimbulkan kesulitan dalam komunikasi
v  “Mata Rantai” terlalu panjang
Ø  Hambatan Komunikasi
v  Emosi
·         Perasaan penerima pada saat menerima komunikasi
v  Bahasa
·         Kata-kata bisa memiliki arti bagi orang yang berbeda pula
v  Kegelisahan komunikasi
·         Mengalami ketegangan yang tidak pada tempatnya dalam berkounikasi
M. Komunikasi Informal
v  Penyebarannya cepat sekali
·         Terjadi secara berantai
·         Tidak dibatasi oleh stuktur organisasi
v  Bentuk jaringan :
·         Single stand
·         Gossip (semua)
·         Probability (acak)
·         Cluster (pilih-pilih)
Ø  Hambatan komunikasi
v  Penyaringan
·         Pengirim memanipulasi informasi sedemikian rupa sehingga akan tampak lebih menguntungkan di mata penerima.
v  Persepsi selektif
·         Penerima dalam proses komunikasi secara selektif melihat dan mendengar berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang, dan karateristik personal lainnya.
v  Informasi berlebih
·         Informasi yang digunakan melebihi kemampuan pengolahan data kita.
N.    Arah Dalam Komunikasi
v  Komunikasi kearah bawah
·         Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dari sebuah kelompok atau organisasi menuju ke level yang lebih rendah adalah komunikasi kearah bawah.
v  Komunikasi kearah atas
·         Komunikasi kearah atas menuju kepada level yang lebih tinggi didalam kelompok atau organisasi.
v  Komunikasi lateral
·         Ketika komunikasi terjadi di antara para anggota dari kelompok kerja yang sama, para anggota dari kelopok kerja pada level yang sama, para manajer pada level yang sama, atau beberapa pekerja yang setara secara horizontal lainnya, kami menggambarkannya sebagai komunikasi lateral.
O.    Komunikasi yang Persuasif
v  Pemrosesan yang otomatis dan dikendalikan
v  Tingkat ketertarikan
v  Pengetahuan sebelumnya
v  Kepribadian
v  Karateristik pesan


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Pada dasarnya komunikasi sangat diperlukan didalam kehidupan sehari-hari dalam aspek apapun, baik itu dalam kegiatan berorganisasi atau dalam kehidupan sehari-hari, dalam kegiatan berorganisasi, komunikasi diperlukan dengan tujuan agar sebuah system atau komunikasi yang ada bisa terjalin dengan sempurna dan lebih baik.
Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima.
Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia adalah makhluk social yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses kita juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan nonverbal, komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi nonverbal atau bahasa (gerak tubuh). Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan san mendapatkan umpan balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbale balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang mutualisme antara keduanya.
B.     SARAN
Dengan disusunnya makalah ini, maka pembaca atau mahasiswa dapat mengerti dan memahami pentingnya arti komunikasi dalam organisasi, didalam kehidupan berorganisasi atau dikehidupan sehri-hari yang membutuhkan komunikasi.

Semoga makalah ini dapat diterima dan dimengerti serta berguna bagi pembaca atau mahasiswa, dalam makalah ini kami mohon maaf jika ada tulisan kami atau bahasa
kami kurang berkenan, dengan demikian kami mengharapkan kritik dan saran atas tulisan kami agar bisa membangun dan memotivasi kami agar membuat tulisan jauh lebih baik lagi.