BAB II
A.
Pengertian Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan
bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan
individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Meskipun perdagangan
internasional telah terjadi selama ribuan tahun, dampaknya terhadap kepentingan
ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan.
Tidak ada satu negara
pun yang mampu memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri. Banyak barang-barang
yang kita gunakan sehari-hari berasal dari luar negeri, diantaranya : Komputer,
mobil, sepeda motor, TV, kapas bahan pakaian kita, dll. Bagaimana
jika barang-barang dari luar negeri tersebut tidak ada ? Kita terpaksa menggantikan
barang tersebut dengan barang-barang buatan dalam negeri. Namun
sayangnya kita tidak bisa membuat barang tersebut semuanya, karena kita tidak
menguasai teknologi dan mungkin tidak memiliki bahan mentahnya.
Berarti kita harus
kerja sama dengan bangsa-bangsa lain untuk saling tukar menukar hasil
produksi. Perdagangan Internasional adalah tukar menukar barang
antar negara dengan perantaraan uang dengan kota lain. Perdagangan
Internasional adalah kegiatan ekspor dan impor antar negara.
Ekspor :menjual / mengirim barang keluar negeri
Impor :membeli / mendatangkan barang dari luar
negeri.
Sebelum membahas teori
perdagangan internasional, terlebih dahulu perlu kamu ketahui manfaat
mempelajari teori perdagangan internasional. Manfaat mempelajari teori perdagangan
internasional, di antaranya sebagai berikut.
1. Membantu menjelaskan
arah dan komposisi perdagangan antarnegara, serta efeknya terhadap struktur
perekonomian suatu negara.
2. Dapat menunjukkan
adanya keuntungan yang timbul dari adanya perdagangan internasional (gains from
trade).
3. Dapat mengatasi
permasalahan neraca pembayaran yang defisit.
B.
Pentingnya Perdagangan Internasional bagi Kerjasama Ekonomi
Internasional
Perdagangan
Internasional penting bagi setiap Negara karena perdagangan internasional
banyak memberikan manfaat bagi negara yang mengadakan kerjasama ekonomi
tersebut. Menurut Sadono Sukirno , manfaat
perdagangan internasional adalah sebagai berikut.
v Memperoleh
barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
Banyak
faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara.
Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi , iklim , tingkat
penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap
negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
v Memperoleh
keuntungan dari spesialisasi
Sebab
utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang
diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu
barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada
kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar
negeri.
v Memperluas
pasar dan menambah keuntungan
Terkadang,
para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan
maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang
mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan
internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan
menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.
v Transfer
teknologi modern
Perdagangan
luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang
lebih efesien dan cara-caramanajemen yang lebih modern.
Selain itu, banyak faktor yang mendorong suatu
negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :
Ø Faktor Alam/ Potensi
Alam
Ø Untuk memenuhi
kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
Ø Adanya perbedaan
kemampuan penguasaan ilmu pengetahuandan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
Banyak manfaat lain yang didapat oleh negara
yang melakukan perdagangan internasional.
v Bidang Ekonomi
a. Memenuhi kebutuhan
rakyatnya.
Perdagangan internasional dilakukan semua negara untuk memenuhi kebutuhan
rakyatnya. Negara dapat diibaratkan manusia, tidak ada manusia yang bisa hidup
sendiri, tanpa bantuan orang lain. Begitu juga dengan negara, tidak ada negara
yang bisa bertahan tanpa kerja sama dengan negara lain. Negara yang dahulu
menutup diri dariperdagangan internasional, sekarang sudah membuka pasarnya.
Misalnya, Rusia, China, dan Vietnam.
b. Menambah kemakmuran
Negara. Perdagangan
internasional dapat menaikkan pendapatan negara masing-masing. Ini terjadi
karena negara yang kelebihan suatu barang dapat menjualnya ke negara lain, dan
negara yang kekurangan barang dapat membelinya dari negara yang kelebihan.
Dengan meningkatnya pendapatan negara dapat menambah kemakmuran negara.
c. Menambah kesempatan
kerja. Dengan adanya perdagangan antarnegara, negara pengekspor dapat
menambah jumlah produksi untuk konsumsi luar negeri. Naiknya tingkat produksi
ini akan memperluas kesempatan kerja. Negara pengimpor juga mendapat manfaat,
yaitu tidak perlu memproduksi barang yang dibutuhkan sehingga sumber daya yang
dimiliki dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih menguntungkan.
d. Mendorong kemajuan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.Perdagangan internasional mendorong para
produsen untuk meningkatkan mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan
perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu
dan teknologinya agar produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing.
e. Sumber pemasukan kas
Negara.
Perdagangan internasional dapat meningkatkan sumber devisa negara. Bahkan,
banyak negara yang mengandalkan sumber pendapatan dari pajak impor dan ekspor.
f. Menciptakan efisiensi
dan spesialisasi. Perdagangan internasional menciptakan spesialisasi produk.
Negara-negara yang melakukan perdagangan internasional tidak perlu memproduksi
semua barang yang dibutuhkan. Akan tetapi hanya memproduksi barang dan jasa
yang diproduksi secara efisien dibandingkan dengan negara lain. Warga negaranya
dapat menikmati barang-barang dengan kualitas tinggi yang tidak diproduksi di
dalam negeri
v Bidang Sosial
Manfaat perdagangan
internasional sebagai fungsi sosial, misalnya:
a. Berfungsi sosial dalam
mencegah terjadinya krisis. Misalnya, ketika harga bahan pangan dunia sangat tinggi.
Negara-negara penghasil beras berupaya untuk dapat mengekspornya. Di samping
memperoleh keuntungan, ekspor di sini juga berfungsi secara sosial. Jika krisis
pangan dunia terjadi, maka bisa berakibat pada krisis ekonomi. Akibat
berantainya akan melanda ke semua negara. Jadi, perdagangan internasional dapat
mencegah terjadinya krisis.
b. Mempererat hubungan
sosial antar bangsa. Pada era globalisasi ini banyak muncul perusahaan multi
nasional. Perusahaan seperti ini sahamnya dimiliki oleh beberapa orang dari
beberapa negara. Misalnya, saham telkomsel dimiliki oleh beberapa orang dari
Indonesia dan Singapura. Perusahaan multi nasional sepertiini dapat mempererat
hubungan sosial antar bangsa. Di dalamnya banyak orang dari berbagai negara
saling bekerja sama. Maka terjadilah persabatan di antara mereka.
v Bidang Politik
Mempererat hubungan
politik antar negara. Perdagangan internasional juga bermanfaat di bidang
politik. Perdagangan antar negara bisa mempererat hubungan politik antar negara
sehingga dapat menjalin persahabatan antar negara. Sebaliknya, hubungan politik
juga bisa mempererat hubungan dagang. Perdagangan antarnegara membuat tiap
negara mempunyai rasa saling membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh
karena itu, perdagangan internasional dapat mempererat persahabatan
negara-negara yang bersangkutan.
C.
Sebab-sebab Timbulnya Perdagangan Internasional
Suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak
dibandingkan negara lain apabila negara tersebut dapat memproduksi barang atau
jasa yang tidak dapat diproduksi negara lain. Misalnya Indonesia
memproduksi gas alam cair. Jepang tidak mempunyai sumber gas alam, tetapi mampu
memproduksi mobil. Dengan demikian, terjadilah perdagangan barang antara
Indonesia dan Jepang.
keunggulan komparatif suatu negara
apabila negara tersebut dapat memproduksi suatu barang atau jasa dengan efisien
dan lebih murah dibandingkan negara lain. Sebagai contoh, Indonesia
dan Korea Selatan negara produsen komputer. Korea Selatan mampu memproduksi
komputer dengan harga lebih murah daripada Indonesia. Korea Selatan memiliki
keunggulan komparatif dibandingkan Indonesia dalam memproduksi komputer.
Indonesia akan lebih untung apabila mengimpor komputer dan Korea Selatan
Perdagangan
Internasional di sebabkan adanya perbedaan masing-masing negara antara lain :
1.
Perbedaan jumlah penduduk dalam perbandingan luas tanah
2.
Perbedaan kekayaan alam yang dimiliki
3.
Perbedaan tingkat kecerdasan dan peradapan bangsanya
4.
Perbidaan iklim dan keadaan alam
5.
Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai
6.
Perbedaan politik, sosial, dan budaya
D.
Manfaat dan Hambatan Perdagangan Internasional
Manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut. Banyak
faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. ...
Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu
memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
Dalam kegiatan perdagangan
internasional(antar-negara) sering kali suatu negara mengalami hambatan.
Hambatan perdagangan internasional adalah regulasi atau peraturan
pemerintah yang membatasi perdagangan bebas.
v Manfaat
Pada dasarnya manfaat
perdagangan internasional hampir sama dengan dampak positif ekspor dan impor.
Manfaat perdagangan internasional adalah :
a. Kebutuhan setiap
negara terpenuhi
b. Menambah devisa negara
c. dapat diadakan
spesialisasi produksi
d. Mendorong peningkatan
jumlah produksi
e. Mempererat hubungan
persahabatan antar negara
f. Mendorong kemajuan
(IPTEK)
g. Memperluas pasar /
jaringan konsumen
v Hambatan perdangan
internasional
a. Perbedaan mata uang
b. Kebijakan impor suatu
negara-negara proteksi
c. Quota impor
d. Perang dan resesi
e. Adanya tarif yang
dibebankan pada / atas melintas daerah pabean
f. Produsen ekspor masih
berbelit-belit sehingga memerlukan waktu lama.
E.
Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia
Dalam era modern ini
orang sering mengatakan bahwa dunia itu menjadi tanpa batas. Sesuatu yang
terjadi di negara lain dapat kita ketahui dan dapat dengan cepat mempengaruhi
masyarakat di negara kita, maka sering disebut era globalisasi.
v Dampak positif ekspor
a. Memperluas lapangan
kerja
b. Meningkatkan cadangan
devisa
c. Memperluas pasar
karena dapat memasarkan hasil produksi ke seluruh dunia
v Dampak negatif ekspor
a. Menimbulkan kelangkaan
barang di dalam negara
b. Menyebabkan eksploitas
besar-besaran sumber daya alam.
Misalnya : Ekspor
barang tambang telah menyebabkan semakin tipisnya cadangan bahan tambang dan
menimbulkan kerusakan alam / lingkungan.
v Dampak positif impor
a. Meningkatkan
kesejahteraan konsumen karena masyarakat Indonesia dapat menggunakan
barang-barang yang tidak dapat di dalam negeri.
b. Meningkatkan industri
dalam negeri terutama yang bahan bakunya berasal dari luar negeri.
c. Ahli teknologi agar
tidak ketinggalan dengan negara maju.
v Dampak negatif impor
a. Menciptakan pesaing
bagi industri dalam negeri
b. Mencitapkan pengangguran
artinya kita telah kehilangan kesempatan untuk membuka lapangan kerja.
c. Konsumenrisme artinya
konsumen berlebihan terutama untuk barang-barang mewah.
Contoh : Pakaian
mewah, mobil mewah, alat-alat rumah tangga mewah.
F.
Kebangkitan
Asia baru
Paruh kedua abad
20 hingga memasuki abad 21, kita memasuki era baru di mana terjadi pergeseran
arah perkembangan negara-negara di dunia. Sejak masa kolonialisme
konsentrasi politik dan ekonomi dunia berada di Barat, namun
pada era ini negara-negara Asia telah
meraih capaian yang mengesankan. Perubahan signifikan dicapai oleh Jepang
diikuti oleh Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, Singapura, dan kemudian diikuti
Cina yang diprediksi akan menjadi raksasa ekonomi dunia pada 2020 mengalahkan
Amerika Serikat.
Apabila
kita melihat ke negara-negara Asia Timur,
kemajuan yang dicapai serta rasa percaya diri yang dimiliki oleh negara-negara
di kawasan tersebut didorong oleh capaian performa akademik yang mengagumkan,
baik di universitas luar negeri maupun dalam negeri. Pada masa ini, banyak
mahasiswa terbaik yang dihasilkan oleh universitas di AS berasal dari Asia.
Lebih dari setengah mahasiswa asing di AS (dengan total 500.000 mahasiswa)
berasal dari Asia. Perusahaan-perusahaan
multinasional; bank, firma konsultan hingga perusahaan teknologi informasi
turut merekrut dan melatih talenta-talenta berbakat dari Asia.
Lalu
apakah kini Asia sudah dapat dianggap sejajar
dengan negara-negara Eropa dan Amerika Utara? Beberapa negara Asia telah
mencapai standar taraf kehidupan yang tinggi, namun di beberapa negara Asia lain
pula, beberapa permasalahan terjadi seperti korupsi oleh elite yang korup,
oligarki, serta belum tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik. Namun,
bukan semestinya tata kelola pemerintahan yang baik harus mengikuti nilai-nilai
Barat dengan prasyarat demokrasi liberal. Asia punya
caranya sendiri. Ambil contoh Cina dan Singapura yang tidak menerapkan
demokrasi liberal, namun tata kelola pemerintahan dijalankan dengan sistem
meritokrasi.
Ada
sebuah semangat baru di Asia untuk
menghubungkan kembali dirinya dengan masa lalu, setelah ketersinambungan ini
terputus sejak masa colonial dan dominasi pandangan dunia Barat. Sebuah upaya
untuk menemukan keseimbangan antara dunia global yang terkoneksi di era
teknologi dengan akar dan kesadaran tetang identitas nenek moyang mereka.
Sebuah upaya untuk mendefiniskan identitas personal, sosial dan nasional yang
sejalan dengan bangkitnya rasa percaya diri (self-esteem) dalam percaturan di
ranah global.
Semangat
baru yang muncul di Asia harus direspons secara
positif oleh Indonesia. Sudah saatnya Indonesia yang secara global sudah
mencapai tahapan yang baik dalam hal-hal tertentu, untuk membenahi
persoalan-persoalan lain seperti masalah kesenjangan sosial dan ekonomi, kemiskinan, pelayanan publik dan
jaminan sosial, ketersediaan lapangan kerja dan yang lainnya.
Indonesia
dapat mencontoh bagaimana negara-negara seperti Jepang, Korea dan Singapura
meningkatkan taraf pendidikannya. Bagaimana tingkat pendidikan harus terus
digenjot hingga melahirkan ahli-ahli terbaik di bidangnya masing-masing. Kita
dapat meneladani bagaimana negara-negara tersebut meningkatkan skala
pertumbuhan sekaligus menaikkan standar kehidupan rata-rata masyarakat.
Identitas
nasional merupakan prasyarat pembangunan. Setelah kini nilai-nilai Barat tak
lagi menjadi acuan sebuah kemajuan, maka arah pembangunan kita harus diperkuat
dengan memperkokoh karakter bangsa. Hanya dengan inilah kita dapat menjadi
negara yang setara dengan negara-negara lain di dunia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar