Senin, 24 Desember 2018

makalah perdaganagn internasional


BAB II
PEMBAHASAN



A.    Pengertian Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun, dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan.
Tidak ada satu negara pun yang mampu memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri. Banyak barang-barang yang kita gunakan sehari-hari berasal dari luar negeri, diantaranya : Komputer, mobil, sepeda motor, TV, kapas bahan pakaian kita, dll.  Bagaimana jika barang-barang dari luar negeri tersebut tidak ada ? Kita terpaksa menggantikan barang tersebut dengan barang-barang buatan dalam negeri.  Namun sayangnya kita tidak bisa membuat barang tersebut semuanya, karena kita tidak menguasai teknologi dan mungkin tidak memiliki bahan mentahnya.
Berarti kita harus kerja sama dengan bangsa-bangsa lain untuk saling tukar menukar hasil produksi.  Perdagangan Internasional adalah tukar menukar barang antar negara dengan perantaraan uang dengan kota lain. Perdagangan Internasional adalah kegiatan ekspor dan impor antar negara.
Ekspor :menjual / mengirim barang keluar negeri
Impor  :membeli / mendatangkan barang dari luar negeri.
Sebelum membahas teori perdagangan internasional, terlebih dahulu perlu kamu ketahui manfaat mempelajari teori perdagangan internasional. Manfaat mempelajari teori perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut.
1.       Membantu menjelaskan arah dan komposisi perdagangan antarnegara, serta efeknya terhadap struktur perekonomian suatu negara.
2.       Dapat menunjukkan adanya keuntungan yang timbul dari adanya perdagangan internasional (gains from trade).
3.       Dapat mengatasi permasalahan neraca pembayaran yang defisit.


B.     Pentingnya Perdagangan Internasional bagi Kerjasama Ekonomi Internasional
Perdagangan Internasional penting bagi setiap Negara karena perdagangan internasional banyak memberikan manfaat bagi negara yang mengadakan kerjasama ekonomi tersebut. Menurut Sadono Sukirno , manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.
v  Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi , iklim , tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
v  Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.
v  Memperluas pasar dan menambah keuntungan
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.
v  Transfer teknologi modern
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-caramanajemen yang lebih modern.
Selain itu, banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :
Ø  Faktor Alam/ Potensi Alam
Ø  Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
Ø  Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkanpendapatan negara
Ø  Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuandan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
Ø  Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
Banyak manfaat lain yang didapat oleh negara yang melakukan perdagangan internasional.
v  Bidang Ekonomi
a.       Memenuhi kebutuhan rakyatnya. Perdagangan internasional dilakukan semua negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Negara dapat diibaratkan manusia, tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, tanpa bantuan orang lain. Begitu juga dengan negara, tidak ada negara yang bisa bertahan tanpa kerja sama dengan negara lain. Negara yang dahulu menutup diri dariperdagangan internasional, sekarang sudah membuka pasarnya. Misalnya, Rusia, China, dan Vietnam. 
b.      Menambah kemakmuran Negara. Perdagangan internasional dapat menaikkan pendapatan negara masing-masing. Ini terjadi karena negara yang kelebihan suatu barang dapat menjualnya ke negara lain, dan negara yang kekurangan barang dapat membelinya dari negara yang kelebihan. Dengan meningkatnya pendapatan negara dapat menambah kemakmuran negara.
c.       Menambah kesempatan kerja. Dengan adanya perdagangan antarnegara, negara pengekspor dapat menambah jumlah produksi untuk konsumsi luar negeri. Naiknya tingkat produksi ini akan memperluas kesempatan kerja. Negara pengimpor juga mendapat manfaat, yaitu tidak perlu memproduksi barang yang dibutuhkan sehingga sumber daya yang dimiliki dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih menguntungkan.
d.      Mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.Perdagangan internasional mendorong para produsen untuk meningkatkan mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu dan teknologinya agar produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing.
e.       Sumber pemasukan kas Negara. Perdagangan internasional dapat meningkatkan sumber devisa negara. Bahkan, banyak negara yang mengandalkan sumber pendapatan dari pajak impor dan ekspor.
f.       Menciptakan efisiensi dan spesialisasi. Perdagangan internasional menciptakan spesialisasi produk. Negara-negara yang melakukan perdagangan internasional tidak perlu memproduksi semua barang yang dibutuhkan. Akan tetapi hanya memproduksi barang dan jasa yang diproduksi secara efisien dibandingkan dengan negara lain. Warga negaranya dapat menikmati barang-barang dengan kualitas tinggi yang tidak diproduksi di dalam negeri
v  Bidang Sosial
Manfaat perdagangan internasional sebagai fungsi sosial, misalnya:
a.       Berfungsi sosial dalam mencegah terjadinya krisis. Misalnya, ketika harga bahan pangan dunia sangat tinggi. Negara-negara penghasil beras berupaya untuk dapat mengekspornya. Di samping memperoleh keuntungan, ekspor di sini juga berfungsi secara sosial. Jika krisis pangan dunia terjadi, maka bisa berakibat pada krisis ekonomi. Akibat berantainya akan melanda ke semua negara. Jadi, perdagangan internasional dapat mencegah terjadinya krisis.
b.      Mempererat hubungan sosial antar bangsa. Pada era globalisasi ini banyak muncul perusahaan multi nasional. Perusahaan seperti ini sahamnya dimiliki oleh beberapa orang dari beberapa negara. Misalnya, saham telkomsel dimiliki oleh beberapa orang dari Indonesia dan Singapura. Perusahaan multi nasional sepertiini dapat mempererat hubungan sosial antar bangsa. Di dalamnya banyak orang dari berbagai negara saling bekerja sama. Maka terjadilah persabatan di antara mereka.
v  Bidang Politik
Mempererat hubungan politik antar negara. Perdagangan internasional juga bermanfaat di bidang politik. Perdagangan antar negara bisa mempererat hubungan politik antar negara sehingga dapat menjalin persahabatan antar negara. Sebaliknya, hubungan politik juga bisa mempererat hubungan dagang. Perdagangan antarnegara membuat tiap negara mempunyai rasa saling membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh karena itu, perdagangan internasional dapat mempererat persahabatan negara-negara yang bersangkutan.




C.     Sebab-sebab Timbulnya Perdagangan Internasional
Suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara lain apabila negara tersebut dapat memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi negara lain. Misalnya Indonesia memproduksi gas alam cair. Jepang tidak mempunyai sumber gas alam, tetapi mampu memproduksi mobil. Dengan demikian, terjadilah perdagangan barang antara Indonesia dan Jepang. 
 keunggulan komparatif suatu negara apabila negara tersebut dapat memproduksi suatu barang atau jasa dengan efisien dan lebih murah dibandingkan negara lain. Sebagai contoh, Indonesia dan Korea Selatan negara produsen komputer. Korea Selatan mampu memproduksi komputer dengan harga lebih murah daripada Indonesia. Korea Selatan memiliki keunggulan komparatif dibandingkan Indonesia dalam memproduksi komputer. Indonesia akan lebih untung apabila mengimpor komputer dan Korea Selatan

Perdagangan Internasional di sebabkan adanya perbedaan masing-masing negara antara lain :
1.      Perbedaan jumlah penduduk dalam perbandingan luas tanah
2.      Perbedaan kekayaan alam yang dimiliki
3.      Perbedaan tingkat kecerdasan dan peradapan bangsanya
4.      Perbidaan iklim dan keadaan alam
5.      Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai
6.      Perbedaan politik, sosial, dan budaya



D.   Manfaat dan Hambatan Perdagangan Internasional
Manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut. Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. ... Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
Dalam kegiatan perdagangan internasional(antar-negara) sering kali suatu negara mengalami hambatan. Hambatan perdagangan internasional adalah regulasi atau peraturan pemerintah yang membatasi perdagangan bebas.

v  Manfaat
Pada dasarnya manfaat perdagangan internasional hampir sama dengan dampak positif ekspor dan impor. Manfaat perdagangan internasional adalah :
a.     Kebutuhan setiap negara terpenuhi
b.    Menambah devisa negara
c.     dapat diadakan spesialisasi produksi
d.    Mendorong peningkatan jumlah produksi
e.     Mempererat hubungan persahabatan antar negara
f.     Mendorong kemajuan (IPTEK)
g.    Memperluas pasar / jaringan konsumen

v  Hambatan perdangan internasional
a.     Perbedaan mata uang
b.    Kebijakan impor suatu negara-negara proteksi
c.     Quota impor
d.    Perang dan resesi
e.     Adanya tarif yang dibebankan pada / atas melintas daerah pabean
f.     Produsen ekspor masih berbelit-belit sehingga memerlukan waktu lama.

E.   Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia
Dalam era modern ini orang sering mengatakan bahwa dunia itu menjadi tanpa batas. Sesuatu yang terjadi di negara lain dapat kita ketahui dan dapat dengan cepat mempengaruhi masyarakat di negara kita, maka sering disebut era globalisasi.
v  Dampak positif ekspor
a.     Memperluas lapangan kerja
b.    Meningkatkan cadangan devisa
c.     Memperluas pasar karena dapat memasarkan hasil produksi ke seluruh dunia
v  Dampak negatif ekspor
a.     Menimbulkan kelangkaan barang di dalam negara
b.    Menyebabkan eksploitas besar-besaran sumber daya alam.
Misalnya : Ekspor barang tambang telah menyebabkan semakin tipisnya cadangan bahan tambang dan menimbulkan kerusakan alam / lingkungan.

v  Dampak positif impor
a.     Meningkatkan kesejahteraan konsumen karena masyarakat Indonesia dapat menggunakan barang-barang yang tidak dapat di dalam negeri.
b.    Meningkatkan industri dalam negeri terutama yang bahan bakunya berasal dari luar negeri.
c.     Ahli teknologi agar tidak ketinggalan dengan negara maju.
v  Dampak negatif impor
a.     Menciptakan pesaing bagi industri dalam negeri
b.    Mencitapkan pengangguran artinya kita telah kehilangan kesempatan untuk membuka lapangan kerja.
c.     Konsumenrisme artinya konsumen berlebihan terutama untuk barang-barang mewah.
Contoh : Pakaian mewah, mobil mewah, alat-alat rumah tangga mewah.



F.     Kebangkitan Asia baru
Paruh kedua abad 20 hingga memasuki abad 21, kita memasuki era baru di mana terjadi pergeseran arah perkembangan negara-negara di dunia. Sejak masa kolonialisme konsentrasi politik dan ekonomi dunia berada di Barat, namun pada era ini negara-negara Asia telah meraih capaian yang mengesankan. Perubahan signifikan dicapai oleh Jepang diikuti oleh Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, Singapura, dan kemudian diikuti Cina yang diprediksi akan menjadi raksasa ekonomi dunia pada 2020 mengalahkan Amerika Serikat.

Apabila kita melihat ke negara-negara Asia Timur, kemajuan yang dicapai serta rasa percaya diri yang dimiliki oleh negara-negara di kawasan tersebut didorong oleh capaian performa akademik yang mengagumkan, baik di universitas luar negeri maupun dalam negeri. Pada masa ini, banyak mahasiswa terbaik yang dihasilkan oleh universitas di AS berasal dari Asia. Lebih dari setengah mahasiswa asing di AS (dengan total 500.000 mahasiswa) berasal dari Asia. Perusahaan-perusahaan multinasional; bank, firma konsultan hingga perusahaan teknologi informasi turut merekrut dan melatih talenta-talenta berbakat dari Asia.
Lalu apakah kini Asia sudah dapat dianggap sejajar dengan negara-negara Eropa dan Amerika Utara? Beberapa negara Asia telah mencapai standar taraf kehidupan yang tinggi, namun di beberapa negara Asia lain pula, beberapa permasalahan terjadi seperti korupsi oleh elite yang korup, oligarki, serta belum tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik. Namun, bukan semestinya tata kelola pemerintahan yang baik harus mengikuti nilai-nilai Barat dengan prasyarat demokrasi liberal. Asia punya caranya sendiri. Ambil contoh Cina dan Singapura yang tidak menerapkan demokrasi liberal, namun tata kelola pemerintahan dijalankan dengan sistem meritokrasi.
Ada sebuah semangat baru di Asia untuk menghubungkan kembali dirinya dengan masa lalu, setelah ketersinambungan ini terputus sejak masa colonial dan dominasi pandangan dunia Barat. Sebuah upaya untuk menemukan keseimbangan antara dunia global yang terkoneksi di era teknologi dengan akar dan kesadaran tetang identitas nenek moyang mereka. Sebuah upaya untuk mendefiniskan identitas personal, sosial dan nasional yang sejalan dengan bangkitnya rasa percaya diri (self-esteem) dalam percaturan di ranah global.
Semangat baru yang muncul di Asia harus direspons secara positif oleh Indonesia. Sudah saatnya Indonesia yang secara global sudah mencapai tahapan yang baik dalam hal-hal tertentu, untuk membenahi persoalan-persoalan lain seperti masalah kesenjangan sosial dan ekonomi, kemiskinan, pelayanan publik dan jaminan sosial, ketersediaan lapangan kerja dan yang lainnya.
Indonesia dapat mencontoh bagaimana negara-negara seperti Jepang, Korea dan Singapura meningkatkan taraf pendidikannya. Bagaimana tingkat pendidikan harus terus digenjot hingga melahirkan ahli-ahli terbaik di bidangnya masing-masing. Kita dapat meneladani bagaimana negara-negara tersebut meningkatkan skala pertumbuhan sekaligus menaikkan standar kehidupan rata-rata masyarakat.
Identitas nasional merupakan prasyarat pembangunan. Setelah kini nilai-nilai Barat tak lagi menjadi acuan sebuah kemajuan, maka arah pembangunan kita harus diperkuat dengan memperkokoh karakter bangsa. Hanya dengan inilah kita dapat menjadi negara yang setara dengan negara-negara lain di dunia.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar