BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
Pengertian
pelatihan dan pengembangan adalah berbeda. Latihan(training) dimaksudkan untuk
memperbaiki penguasaan berbagai ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja
tertentu, terinci dan rutin. Latihan menyiapkan para karyawan untuk melakukan
pekerjaan-pekerjaan sekarang. Di lain pihak, bila manajemen ingin menyiapkan
para karyawan untuk memegang tanggung jawab pekerjaan diwaktu yang akan dating,
kegiatan ini disebut pengembangan sumber daya manusia.
Pengembangan(development) mempunyai ruang lingkup lebih luas dalam upaya untuk
memperbaiki dan meninkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan sifat-sifat
kepribadian. Kegiatan-kegiatan latihan dan pengembangan biasanya merupakan
tanggung jawab departemen personalia dan penyedia langsung.
Bab
ini membahas bagaimana program orientasi mengintegrasikan para karyawan baru
kedalam organisasi dan membuat mereka lebih produktif melalui latihan. Kemudian
akan diuraikan berbagai tipe dan pengembangan.
Definisi
pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoretis,
konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan
melalui pendidikan dan latihan.
B.
Tujuan
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
Ada
dua tujuan utama program latihan dan pengembangan karyawan. Pertama, latihan
dan pengembangan dilakukan untuk menutup “gap” antara kecakapan atau kemampuan
karyawan dengan permintaan jabtan. Kedua, program-program tersebut diharapkan
dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai
sasaran-sasaran kerja yang telah ditetapkan.
Pengembangan
karyawan bertujuan dan bermanfaat bagi perusahaan, karyawan, konsumen, atau
masyarakat yang mengkonsumsi barang/jasa yang dihasilkan perusahaan.
Tujuan
pengembangan hakikatnya menyangkut hal-hal berikut:
a) Produktivitas
kerja
Dengan
pengembangan, produktivitas kerja karyawan akan meningkatkan kualitas dan
kuantitas produksi semakin baik, karena technical skill, human skill, dan
managerial skill karyawan yang semakin baik.
b) Efisiensi
Pengembangan
karyawan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tenaga, waktu, bahan baku,
mengurangi ausnya mesin-mesin.
c) Kerusakan
Pengembangan
karyawan bertujuan untuk mengurangi kerusakan barang, produksi dan mesin-mesin
karena karyawan semakin ahli dan terampil dalam menjalankan pekerjaannya.
d) Kecelakaan
Pengembangan
bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja, sehingga jumlah biaya
pengobatan yang dikeluarkan biaya berkurang.
e) Pelayanan
Pengembangan
bertujuan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik dari karyawan kepada
nasabah perusahaaan, karena pemberian pelayanan yang baik merupakan daya
penarik yang sangat penting bagi rekanan-rekanan perusahaan bersangkutan.
f) Moral
Dengan
pengembangan, moral karyawan akan lebih baik karena keahlian dan ketrampilannya
sesuai dengan pekerjaannya sehingga mereka berantusias untuk menyelesaikan
pekerjaannya dengan baik.
g) Karier
Dengan
pengembangan, kesempatan untuk meningkatkan karier karyawan semakin besar,
karena keahlian, kerampilan, dan prestasi kerjannya yang baik.
h) Konseptual
Dengan
pengembangan, manager semakin cakap dan cepat dalam mengambil keputusan yang
lebih baik.
i)
Kepemimpinan
Dengan
pengembangan, kepemimpinan seorang manager akan lebih baik human relations nya
lebih luwes, motivasinya lebih terarah sehingga pembinaan kerjasama vertical
dan horizontal semakin harmonis.
j)
Balas jasa
Dengan
pengembangan, balas jasa karyawan akan meningkat karna prestasi kerja mereka
semakin besar.
k) Konsumen
Pengembangan
karyawan akan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat konsumen karna
mereka akan memperoleh barang atau pelayanan yang lebih bermutu.
Pengembangan
karyawan (pendidikan dan latihan) perlu dilakukan setiap perusahaan karena akan
memberikan manfaat bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat konsumen.
C. Teknik-Teknik Latihan dan
Pengembangan
Program-program
latihan dan pengembangan dirancang untuk meningkatkan presentasi kerja,ada dua
kategori pokok program latihan dan pengembang manajemen.
1. Metode
praktis (on-the-job-training)
2. Teknik-teknik
presentasi informasi dan metode-metode simulasi ( off-the-job traning )
Dalam
pemilihan teknik tertentu untuk digunakan pada program latihan dan
pengembangan, ada beberapa ”trade-offs”. Metode terbaik tergantung pada sejauh
mana suatu teknik memenuhi faktor-faktor berikut:
1. Efektivitas
biaya
2. Isi
program yang dikehendaki
3. Kelayakan
fasilitas-fasilitas
4. Preferensi
dan kemampuan peserta
5. Preferensi
dan kemampuan instructor atau pelatih
6. Prinsip-prinsip
belajar
1.
Sebagai
contoh, efektivitas biaya mungkin merupakan faktor minor (bukan utama) dalam
latihan manuver darurat pilot pesawat terbang. Agar dapat memelih teknik yang
paling tepat untuk kebutuhan,sasaran,dan kondisi tertentu.
On-The-Job TRAINING
Teknik-teknik
“On-the-job” merupakan metode latihan yang paling banyak digunakan. Berbagai
macam teknik ini yang biasa digunakan dalam praktek adalah sebagai berikut:
1. Rotasi
Jabatan
Memberikan
kepada karyawan pengetahuan tentang bagian-bagian organisasi yang berbeda dan
praktek berbagai macam ketrampilan manajerial.
2. Latihan
Instruktur Pekerjaan
Petunjuk-petunjuk
pengerjaan diberikan secara langsung pada pekerjan dan digunakan terutama untuk
melatih para karyawan tentang cara pelaksanaan pekerjaan mereka sekarang.
3. Magang
(apprenticeships)
Hampir
semua karyawan pengrajin (craft), seperti tukang kayu dan ahli pipa atau tukang
ledeng, dilatih dengan program-program magang formaL.
4. Coaching
Penyelia
atau atasan memberikan bimbingan dan pengarahan kepada karyawan dalam
pelaksanaan kerja rutin mereka.
5. Penugasan
Sementara
Penempatan
karyawan pada posisi manajerial atau sebagai atau sebagai anggota panitia
tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan.
D. Metode – Metode Pengembangan
Metode
pemgembangan terdiri atas :
1. Metode
latihan atau training.
Metode
latihan harus berdasarkan kepada kebutuhan pekerjaan tergantung pada berbagai
faktor, yaitu waktu, biaya, jumlah peserta, tingkat pendidikan dasar peserta,
latar belakang peserta, dan lain lain.
2. Metode
pendidikan
Metode
pendidikan yaitu untuk meningkatkan keahlian dan kecakapan manajer memimpin
bawahannya secara efektif.
3. Tolak
Ukur Metode Pengembangan
Metode
pengembangan dikatakan baik jika mencapai sasaran sesuai yang di inginkan,
yaitu dapat meningkatkan kualitas karyawan dalam mengerjakan pekerjaannya.
4. Kendala
– Kendala Pengembangan
Kendala-kendala
pengembangan berkaitan dengan peserta, pelatih atau instruktur, fasilitas
pengembangan, kurikulum, dan dana pengembangan.
a.
Peserta
Peserta
pengembangan mempunyai latar belakang yang tidak sama atau hiterogen, seperti
pendidikan dasarnya, pengalaman kerjanya, dan usianya.
b.
Pelatih
atau intrukstur
Pelatih atau instruktur
yang ahli dan cakap mentransfer pengetahuan kepada para peserta latihan dan
pendidikan sulit di dapat.
c.
Fasilitas
pengembangan
Fasilitas
sarana dan prasarana pengembangan yang di butuhkan untuk latihan dan pendidikan
sangat kurang atau tidak baik.
d.
Kurikulum
Kurikulum
yang ditetapkan dan diajarkan kurang serasi atau menyimpang serta tidak
sistematis untuk mendukung sasaran yang di inginkan oleh pekerjaan atau jabatan
peserta bersangkutan.
e.
Dana
pengembangan
Dana
yang tersedia untuk pengembangan sangat terbatas, sehingga sering di lakukan
secara terpaksa, bahkan pelatih maupun sarananya kurang memenuhi persyaratan
yang di butuhkan.
2. ddd
E.
Jenis
– Jenis Pengembangan
Pengembangan
secara informal yaitu karyawan atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan
mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku-buku litelatur yang ada
hubungannya dengan pekerjaan atau jabatannya.
Pengembangan
secara formal yaitu karyawan di tugaskan perusahaan untuk mengikuti pendidikan
atau latihan, baik yang dilakukan perusahaan maupun yang dilaksanakan oleh
lembaga-lembaga pendidikan atau pelatihan.
F.
Evaluasi
Program Latihan Dan Pengembangan
Implementasi
program latihan dan pengembangan berfungsi sebagai proses transformasi. Para
karyawan yang tidak terlatih diubah menjadi karyawan-karyawan yang
berkemampuan, sehingga dapat di berikan tanggung jawab lebih besar. Untuk
menilai keberhasilan program-program tersebut, manajemen harus mengevaluasi
kegiatan-kegiatan latihan dan pengembangan secara sistematis.
G.
Program
Orientasi Karyawan
Program-program
orientasi, atau sering disebut induki, memperkenalkan para karyawan baru dengan
peranan atau kedudukan mereka, dengan organisasi dan dengan para karyawan lain.
Penanggung jawab kegiatan orientasi adalah departemen personalia dan atasan
(penyelia) langsung. Departemen personalia pada umumnya memberikan orientasi
kepada para karyawan baru tentang bebagai masalah organisasional dan
kompensansi. Sedangkan para penyelia menangani pengenalan dan pelatihan
“on-the-job” serta membantu karyawan “fit in” terhadap kelompok kerja.
Program-program
orientasi akan menurunkan perasaaan terasing, cemas dan khawatir para karyawan.
Mereka dapat merasa sebagai bagian organisasi secara lebih cepat; mereka merasa
lebih terjamin atau aman dan lebih diperhatikan. Manfaat-manfaat ini diperoleh
karena program orientaasi membantu individu memahami aspek-aspek social, teknis
dan budaya tempat kerja.
Akhirnya
program-program orientasi yang berhasil biasanya mencakup prosedur tindak
lanjut (follow-up) yang “built-in”. tindak lanjut diperlukan karena para
karyawan baru sering menjumpai masalah-masalah yang tidak dijelaskan dalam program
orientasi. Tanpa tindak lanjut, pertanyaan-pertanyaan mereka banyak yang tidak
terjawab. Tindak lanjut juga berguna sebagai umpan balik untuk memperbaiki
program orientasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar